Dalam rangka menindaklanjuti hasil rumusan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan Tahun 2020 Ditjen Kebudayaan melalukan virtual rapat dengan seluruh Kepala Dinas Kebudayaan Se Indonesia pagi ini (9/4/2020)

Ditjen Kebudayaan akan melakukan pendataan bagi pada pekerja seni dan budaya yang terdampak wabah Covid-19 yang ada di setiap Provinsi. Hal tersebut disampaikan disampaikan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Hilmar menerangkan, para pekerja seni tidak dapat berkegiatan di tengah pandemi Covid-19. Melalui pendataan tersebut, pemerintah bisa turut membantu para pekerja seni dan kebudayaan yang ada disetiap daerah.

“Langkah pemerintah untuk membantu pekerja seni dan kebudayaan ada dua skema. Yakni yang pertama memiliki kriteria berpenghasilan di bawah 10 juta rupiah, tidak memiliki pekerjaan lain di luar kesenian, sudah berumah tangga, dan belum mendapat program kartu pra-kerja. Kriteria yang pertama ini nantinya akan di integrasikan kedalam program PKH,” ungka Hilmar dalam rapat virtual pagi tadi.

“Sementara untuk kriteria dua, syaratnya berpenghasilan kurang dari 10 juta perbulan, belum berkeluarga, tidak memiliki pekerjaan di bidang lain dan belum mendapat program kartu pra-kerja” tambahnya

Sejak dibuka pada hari Jumat lalu, sampai Rabu siang ini sudah bantak pekerja seni yang mendaftar. Angka tersebut akan terus bertambah sampai ditutupnya pendaftaraan nantinya akan segera direkap dan dimasukkan dalam tahap pertama.

Pendaftaran akan terus terbuka, untuk tahap berikutnya.

Diharapkan dengan program ini mereka yang bekerja di bidang kreatif tidak kehilangan pekerjaannya dan tetap produktif berkarya.

Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Utara Ria Novida Teleumbanua langsung mengintruksikan jajaran di dinas kebudayaan untuk segera mendata para pekerja seni yang terkana dampak wabah Covid-19 sampai ke Ke Kabupaten yang ada di Sumut

Dalam rapat virtual Ditjen Kebudayaan turut di hadiri juga Kepala UPT Taman Budaya Deni Elfriansyah dan Kepala Bidang Sejarah Kepurbakalaan (Sepur) Rumerahwati Brutu

” langkah kongkrit dan cepat untuk menindak lanjuti intruksi serta arahan dari Ditjen Kebudayaan. Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata langsung bergerak cepat mendata para pekerja seni yang terkena dampak wabah covid-19″ tangkas Ria