Sado dan Kuda Tunggang Masih jadi Pemikat Para Wisatawan di Berastagi

Home / Berita  / Sado dan Kuda Tunggang Masih jadi Pemikat Para Wisatawan di Berastagi

Sado dan kuda tunggang masih menjadi pemikat bagi pengunjung Berastagi, Kabupaten Karo. (iwan tarigan)

Medanbisnisdaily.com – Tanah Karo. Selain menikmati sejuknya udara pegunungan serta indahnya pemandangan alam hamparan bukit barisan. Menikmati sado dan kuda tunggang, merupakan satu dari sekian banyak daya tarik wisata di kota kecil Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut).

Tidak sulit untuk menemukan sado dan kuda tunggang bagi pengunjung di Berastagi. Di sudut pojok pasar buah, yang letaknya hanya sekitar 50 meter dari Tugu Perjuangan Berastagi (pusat kota ;red), pengunjung akan menjumpai puluhan kuda tunggang dan sado untuk disewa wisatawan.

Harga yang ditawarkan relatif murah. Misalnya, keliling kota (seputaran pasar buah) Rp 30.000. Mengitari kota di bawah seputaran kaki bukit Gundaling Rp 50.000.

“Apabila penumpang masih kurang puas, kami juga menyediakan jasa sewa hitungan jam. Tarifnya Rp 200.000 per jam. Untuk kuda tunggang dan sado, penumpangnya dari semua kalangan. Mulai anak kecil hingga orang tua. Khusus kuda tunggang biasanya kami dampingi, sebab jarang penumpang yang profesional. Ini kami lakukan demi menjaga keselamatan,” ujar Dadek, salah satu pelaku jasa wisata kuda tunggang.

Kepada medanbisnisdaily.com, Andre Mahesa, Sabtu (6/4/2019), wisatawan asal Kota Medan, mengaku senang dengan pelayanan palaku jasa wisata kuda di Berastagi. “Mereka ramah dan baik, harga juga tidak ada neko-neko. Ada plank tarif, jadi tinggal kita yang memilih. Tadi awalnya anak saya yang kepingin, akhirnya saya juga ikutan mau naik kuda,” ujarnya tersenyum.

Sumber :    http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2019/04/06/71391/sado_dan_kuda_tunggang_masih_jadi_pemikat_para_wisatawan_di_berastagi/