Pesta Budaya Njuah-njuah Dairi Dibuka, Bupati : Budaya Menunjukkan Identitas dan Jati Diri Harus Dil

Home / Berita  / Pesta Budaya Njuah-njuah Dairi Dibuka, Bupati : Budaya Menunjukkan Identitas dan Jati Diri Harus Dil

PUKUL GONG : Bupati Dairi Johnny Sitohang didampingi Kepala Bidang Promosi Pariwisata Hendry Karnoza, mewakili Gubsu Kadis Pariwisata Provsu Elisa Marbun , Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, para Muspida dan tokoh adat Pakpak memukul gong pertanda Pesta Njuah-juah dimulai, Senin (26/9) di halaman Gedung Djauli Manik Sidikalang. Sidikalang (SIB)- Pembukaan Pesta Njuah-juah dilaksanakan dengan kirab karnaval budaya, yang menunjukkan keberagaman suku, agama di Kabupaten Dairi, Senin (26/9) di Gedung Djauli Manik Sidikalang.

Kirab karnaval dengan berbagai pakaian adat, yakni Pakpak, Toba, Karo, Simalungun, Nias, Tionghoa, Jawa, Minang dan lainnya. Pembukaan Pesta Njuah-juah turut dihadiri Kepala Bidang Promosi Pariwisata Kementrian Pariwisa RI Hendry Karnoza, mewakili Gubsu Kepala Dinas Pariwisata Provsu Elisa Marbun, para Muspida Dairi yakni, Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani, Kapolres Dairi AKBP Kobul Syahrin Ritonga, Dandim 0206 Dairi Letkol Arm Jhonny Marpaung, Kepala Pengadilan Sidikalang dan tokoh masyarakat Pakpak.

Ketua Panitia Pesta Njuah-juah Leonardus Sihotang yang juga Kepala Dinas Disbubparpora Dairi mengatakan, Pesta Njuah-juah merupakan aplikasi dari program pemerintah Dairi dalam bidang kebudayaan dengan basis pengembangan pariwisata di Dairi.

Disebutkannya, Pesta Njuah-juah tahun 2016 sudah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, apalagi dengan dukungan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Diperkirakan ribuan orang melihat acara tersebut. Kirab karnaval akan dilaksanakan 5 hari, sejak Senin 26-30 September medatang, dan puncaknya dilaksanakan di hari terakhir, Jumat (30/9) di Stadion baru Sidikalang. Setiap hari selama penyelenggaraan kegiatan, pengunjung akan disuguhkan hiburan kesenian budaya Pakpak.

Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang menyampaikan, Pesta Njuah-juah untuk menumbuh kembangkan kebudayaan sehingga masyarakat mencintainya, dan dapat sebagai filterisasi derasnya globalisasi. Apalagi sekarang sudah masuk pasar bebas, dan diharapkan kebudayaan menjadi penyaring pengarus budaya asing. Sebab, menurutnya, budaya menunjukkan jati diri dan identitas bangsa. Bila budaya tidak dilestarikan, akan tergilas oleh derasnya globalisasi tersebut.

Kecepatan informasi sekarang, baik media cetak, eletronik dan media sosial, sangat berdampak bagi kehidupan sehari-hari, baik hal yang buruk maupun yang baik. “Media cetak dapat menyakitkan hati melalui pemberitaan yang belum pasti kebenarannya, demikian juga media sosial, yang membuat manusia sekarang tidak bersosial dan bahkan dapat terjerumus,” ucap Johnny.

Oleh sebab itu, kemajuan sangat perlu dihayati dan difilter melalui budaya, karena  budaya menunjukkan jati diri dan identitas bangsa. Lanjut, Johnny, selain menjadi filterisasi, budaya juga dapat menigkatkan pendapatan pemerintah maupun masyarakat melalui usaha kreatif. Jadi, kata Johnny, tidak ada alasan tidak melestarikan budaya.

Kepada Kementerian Pariwisata, Johnny menyampaikan dalam rangka pembentukan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT), tokoh adat sangat perlu dilibatkan dalam pengembangan kawasan Danau Toba. Menurutnya, BOPDT tidak berhasil bila tidak melibatkan raja-raja adat sesuai daerah masing-masing.

Kepala Dinas Pariwisata Provsu Elisa Marbun, menyampaikan kegiatan Pesta Njuah-juah sudah merupakan agenda tahunan. Gubsu sangat mengapreasi kegiatan pesta Njuah-njuah ini. Tahun lalu, kata Elisa, Gubsu berjanji akan memberikan sinergitas untuk kegiatan pesta ini. “Pemprovsu memberikan sinergitas Rp 100 juta untuk even-even yang ada di kabupaten/kota se-Sumut. Diharapkan tahun depan akan semakin meningkat,” ucapnya.

Elisa mengatakan, dari 33 kabupaten/kota di Sumut menyelenggarakan even dalam satu tahun, Pesta Njuah-juah Dairi yang terbaik. Mudah-mudahan 32 kabupaten/kota yang ada dapat menyelenggarakan even dengan anggaran yang minimal tetapi menghasilkan kegiatan yang besar.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Kementrian RI Hendy Karnoza menyebutkan, kementerian sangat mengapresiasi kegiatan Pesta Njuah-juah, dalam penyelenggaran pesta budaya, ada tiga hal yang dilakukan, yakni kementrian melakukan promosi melalui pesona Indonesia, antusias peserta dalam pelaksanaan kegiatan dan akan timbul pengembangan ekonomi masyarakat bawah.(B07/B06/c)

 

Sumber : http://hariansib.co/view/Marsipature-Hutanabe/133478/Bupati—Budaya-Menunjukkan-Identitas-dan-Jati-Diri-Harus-Dilestarikan.html